• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Kesling Kit

Kesaksian para korban tumpahan cairan kimia berbahaya soda api di Bandung Barat – ‘Rasanya lebih panas dari air mendidih

27 Februari 2026 by wp_user

Suryadi Maryana terbaring lemas di ruang perawatan RSUD Cikalongwetan, Bandung Barat, di tengah libur Natal pada Rabu (25/12).

Mata kanannya sembab. Perban membungkus bagian kanan tubuhnya, termasuk area kepala, tangan, dan kaki.

“Mata kanan perih,” kata pelajar SMK berusia 17 tahun itu kepada wartawan Yuli Saputra yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

“[Luka-luka] masih terasa panas.”

Suryadi terluka berat karena terpapar cairan caustic soda atau soda api.

Mata kanan Suryadi terkena cairan itu setelah truk tangki yang membawanya bocor.

Akibatnya cairan itu berceceran di jalanan yang membentang delapan kilometer dari Jembatan Cigentur, Kecamatan Cikalongwetan, hingga kawasan Cikamuning, Kecamatan Padalarang, Bandung Barat, pada Selasa pagi (24/12).

Akhir dari Paling banyak dibaca

Hari itu, sekitar pukul 6.00 WIB, Suryadi tengah dibonceng kakaknya, Agus Ridwan, dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Desa Tagogapu, Padalarang.

Saat melalui area Cikubang, Suryadi melihat ada genangan membasahi jalan. Mungkin genangan air hujan, pikirnya.

Agus, 24 tahun, pun tak menaruh curiga. Ia membawa sepeda motornya melintasi genangan tersebut.

Tak lama, sepeda motor itu mati. Jalanan yang licin membuat sepeda motor tergelincir sehingga Suryadi dan Agus terjatuh ke genangan tersebut.

“Airnya bening, seperti minyak, jadi licin,” kata Suryadi.

Jadilah yang pertama mendapatkan berita, investigasi dan liputan mendalam dari BBC News Indonesia, langsung di WhatsApp Anda.

Mata Suryadi sontak terasa perih. Kulitnya gatal, lalu terasa panas. Ia bilang panasnya melebihi air mendidih.

Kakak beradik itu langsung dibawa ke puskemas terdekat dan mendapat perawatan.

Bibir Agus terluka. Tak hanya itu, kulit di panggul dan pahanya melepuh hingga hitam setelah terkena genangan air yang ternyata soda api itu.

Kondisi Suryadi lebih parah. Nyaris seluruh bagian kanan tubuhnya melepuh hingga hitam dari kepala hingga kaki.

Puskesmas sempat membersihkan soda api di tubuh Suryadi dan membalut luka-luka yang ada dengan perban, sebelum merujuknya ke RSUD Cikalongwetan.

“Kepala, telinga, tangan, badan, sama kaki sebelah kanan, seperti luka bakar. Kalau bahasa Sundanya itu tutung, hitam-hitam begitu, melepuh,” kata Aisanti, tante Suryadi yang mendampingi di RSUD Cikalongwetan.

“Di rumah sakit juga dibuka lagi perbannya, diobati lagi. Lukanya dibersihkan dua kali kemarin.”

Awalnya, mata kanan Suryadi tidak berhenti mengeluarkan air mata karena efek cairan kimia tersebut, kata Aisanti. Dokter lalu memberinya obat tetes mata yang harus digunakan enam jam sekali.

Menurut Wishnu Pramulo Ady, Direktur RSUD Cikalongwetan, Suryadi mengalami luka bakar lebih dari 30% di bagian kanan tubuhnya.

Wishnu bilang penting untuk membersihkan luka-luka Suryadi dan memastikan tak ada cairan kimia yang tersisa di sana. Bila tidak, imbuhnya, akan terus muncul luka bakar baru.

“Harus dilakukan pembersihan secara total agar mencegah zat kimia terus merusak organ ataupun kulit,” kata Wishnu.

Meski hingga Rabu malam Suryadi masih mengeluhkan rasa panas dan perih di luka-lukanya, dokter tidak menemukan lepuh tambahan.

Rumah sakit masih akan memantau kondisinya dalam beberapa hari ke depan.

“Setelah yakin tidak ada zat kimia lagi, baru diperbolehkan pulang,” kata Wishnu.

Tak hanya Suryadi, RSUD Cikalongwetan sempat merawat tiga korban paparan soda api lainnya.

Namun, kata Wishnu, ketiga korban itu hanya menjalani perawatan di instalasi gawat darurat, sebelum kemudian diizinkan pulang karena luka-lukanya tergolong ringan.

Total, ada setidaknya 100 orang yang mengalami luka ringan karena paparan soda api yang bocor dan berceceran di Bandung Barat, menurut Polres Cimahi.

Tim kimia, biologi, dan radioaktif (KBR) di Detasemen Gegana Brimob, Polda Jawa Barat, sempat menjelaskan bahwa soda api bersifat korosif, sehingga bisa memicu iritasi bila mengenai kulit.

Saat cairan menguap, misalnya karena kena hujan, ia bisa membuat perih mata orang-orang yang terpapar. Bila terhirup, ia pun bisa menyebabkan gangguan paru-paru atau infeksi pernapasan.

indotekhnoplus.com

Filed Under: Tak Berkategori

Primary Sidebar

Pos-pos Terbaru

  • Kontainer Zat Kimia Berbahaya Jatuh ke Laut, Ribuan Ikan Mati Terpapar
  • Kesaksian para korban tumpahan cairan kimia berbahaya soda api di Bandung Barat – ‘Rasanya lebih panas dari air mendidih
  • Kasus Keracunan MBG di Sleman dan Lebong, Pakar UGM Sebut Minimnya Pengawasan Proses Penyiapan Makanan Higienis
  • Ribuan kasus keracunan, SPPG terus beroperasi – ‘Sertifikat laik kebersihan sedang diurus’
  • Meninjau Dampak Pencemaran Air dan Sanitasi di Indonesia

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.