Air minum dan pangan merupakan bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Keduanya harus dijaga kebersihan dan kualitasnya agar tetap aman dikonsumsi. Sayangnya, masih banyak kebiasaan sederhana yang justru dapat meningkatkan risiko kontaminasi. Tanpa disadari, kesalahan dalam menjaga sanitasi air minum dan pangan bisa terjadi di rumah maupun tempat pengolahan makanan.
Berikut lima kesalahan yang masih sering dilakukan dan perlu dihindari.
1. Menganggap Air Jernih Pasti Aman
Air yang terlihat bening belum tentu bebas dari kontaminasi. Beberapa zat atau mikroorganisme tidak dapat dilihat secara kasatmata. Karena itu, kualitas air sebaiknya tidak hanya dinilai berdasarkan warna dan aroma, tetapi juga dapat diperiksa menggunakan metode pengujian yang sesuai.
Salah satu perangkat yang dapat mendukung kegiatan pemeriksaan kualitas air adalah REF-KAMRT 200, sesuai dengan parameter dan metode pengujian yang diperlukan.
2. Mengabaikan Kebersihan Wadah Air
Wadah penyimpanan air yang jarang dibersihkan dapat menjadi tempat berkembangnya kotoran dan mikroorganisme. Pastikan wadah dicuci secara rutin, tertutup, dan ditempatkan jauh dari sumber pencemar.
Kebersihan wadah menjadi bagian penting dari sanitasi air minum yang sering dianggap sepele.
3. Mencampur Peralatan Makanan Mentah dan Matang
Menggunakan talenan, pisau, atau peralatan yang sama untuk bahan mentah dan makanan matang tanpa proses pembersihan yang benar dapat menyebabkan kontaminasi silang. Sebaiknya gunakan peralatan secara terpisah atau cuci hingga bersih sebelum digunakan kembali.
4. Menyimpan Pangan Secara Sembarangan
Makanan yang dibiarkan terbuka atau disimpan pada kondisi yang tidak sesuai dapat lebih mudah mengalami penurunan kualitas. Gunakan wadah bersih dan tertutup serta perhatikan kondisi penyimpanan berdasarkan jenis makanan.
5. Tidak Melakukan Pemeriksaan Kualitas
Kesalahan lainnya adalah hanya mengandalkan pengamatan secara visual. Untuk kebutuhan tertentu, pemeriksaan kualitas air dan pangan dapat membantu memberikan informasi yang lebih terukur.
Penggunaan perangkat seperti REF-KAMRT 200 dapat menjadi salah satu pendukung kegiatan pengujian sesuai kebutuhan pemeriksaan dan prosedur yang diterapkan.
Sanitasi Dimulai dari Kebiasaan Kecil
Menjaga sanitasi air minum dan pangan tidak harus selalu rumit. Mulailah dengan menjaga kebersihan tangan, peralatan, wadah, sumber air, serta tempat penyimpanan makanan.
Selain menerapkan kebiasaan hidup bersih, pemeriksaan kualitas secara berkala ketika diperlukan dapat membantu memastikan kondisi air dan pangan lebih terkontrol. Dengan menghindari lima kesalahan tersebut, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih higienis dan mendukung kesehatan keluarga setiap hari.